Akses Jalan Lumpuh dan Sawah Terancam Gagal Panen, Bansos Mendesak

Ribuan Warga Gresik Terjebak Banjir Benjeng–Balongpanggang, Warga Menjerit Desak Normalisasi Kali Lamong

oleh : -
Ribuan Warga Gresik Terjebak Banjir Benjeng–Balongpanggang, Warga Menjerit Desak Normalisasi Kali Lamong
Suasana banjir sudah menerjang Jl Raya Ngablak Kedungrukem Benjeng

KABUPATEN GRESIK (Beritakeadilan.com, Jawa Timur)-Awal musim hujan di Kabupaten Gresik langsung membawa dampak bencana besar. Dua kecamatan langganan banjir, Benjeng dan Balongpanggang, kini terendam cukup parah setelah diguyur hujan intensitas tinggi selama dua hari terakhir. Ribuan rumah warga kini terendam air dengan ketinggian bervariasi dari lutut hingga pinggang orang dewasa.

Di Kecamatan Benjeng, desa-desa seperti Sedapur Klagen, Delil Sumber, Kedungrukem, dan Munggu Gianti menjadi wilayah terparah. Menurut Camat Benjeng, Nurul Fuad, kondisi ini memerlukan penanganan segera mengingat anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan. Selain pemukiman, akses jalan utama juga lumpuh total, tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Situasi serupa terjadi di Balongpanggang, yang meliputi Desa Wotansari, Sekarputih, Pucung, Dapet, dan Karangsemanding. Kasi Trantib Balongpanggang, Nur Sehat, melaporkan bahwa sejumlah titik perkampungan terisolir karena genangan air yang mencapai lebih dari 60 sentimeter.

Lebih lanjut, bencana ini memberikan ancaman serius bagi sektor pertanian. Banjir dilaporkan mengancam ratusan hektare sawah yang baru memasuki masa tanam. Petani khawatir kerugian ekonomi akan membengkak jika air tidak segera surut.

Meskipun banjir ini sudah menjadi kejadian rutin tahunan, keluhan warga kali ini terdengar lebih mendesak. Mereka menyoroti lambatnya normalisasi saluran air dan kerusakan tanggul yang ada.

Warga berharap pemerintah kabupaten tidak hanya melakukan tindakan tanggap darurat sesaat, melainkan segera mengambil langkah strategis dan solusi permanen terhadap permasalahan Kali Lamong yang telah bertahun-tahun dijanjikan. Mereka menilai rumah mereka sudah terlalu lama menjadi "langganan rendaman air".

Saat ini, relawan BPBD, TNI–Polri, dan organisasi masyarakat terus bergerak cepat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak di kawasan dengan arus cukup deras, seperti di Dusun Ngablak, Kedungrukem.

Bantuan logistik seperti selimut, makanan siap saji, obat-obatan, dan layanan kesehatan sangat dibutuhkan untuk memitigasi risiko penyakit pascabanjir, seperti diare dan ISPA, di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Banjir ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah bahwa proyek mitigasi bencana, khususnya perbaikan Kali Lamong, harus menjadi prioritas utama. (Thejo)

banner 400x130
banner 728x90