Keuchik Sijudo: Apakah Harus Ada Korban Dulu Baru Turun ?

KRISIS HARIMAU DI ACEH TIMUR: Tujuh Hari Mencekam, Warga Hidup dalam Ketakutan, Pemerintah Lamban !

oleh : -
KRISIS HARIMAU DI ACEH TIMUR: Tujuh Hari Mencekam, Warga Hidup dalam Ketakutan, Pemerintah Lamban !

KABUPATEN ACEH TIMUR (Beritakeadilan.com, Aceh)–Warga Dusun Sejudo, Gampong Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, telah menjalani tujuh hari penuh ketegangan dan ketakutan. Seekor harimau liar berukuran besar dilaporkan terus mendekati permukiman penduduk, melumpuhkan seluruh aktivitas harian warga tanpa adanya penanganan serius dari pihak berwenang.

Sejak kemunculan harimau tersebut, warga terpaksa meninggalkan kebun mereka, dan suasana malam hari di kampung menjadi gelap tanpa ada pergerakan. Anak-anak dilarang keras keluar rumah, sementara para orang tua berjaga sepanjang malam hanya dengan peralatan seadanya, khawatir akan serangan mendadak.

Keuchik Sijudo, Hamidan, menyatakan kekecewaan mendalam atas lambannya respons pemerintah dan instansi terkait.

"Sudah hampir seminggu harimau ini berkeliaran. Tidak ada satu pun pihak yang turun. Apakah harus ada korban dulu baru ditangani?" tegas Hamidan dengan nada kesal dan geram.

Ia menyoroti akar masalah utama yang memaksa satwa liar tersebut turun ke permukiman, yakni menyempitnya habitat akibat eksploitasi hutan.

"Hutan di sekitar Sijudo hampir habis dibabat pengusaha. Harimau kehilangan tempat hidupnya dan turun ke kampung. Masyarakat yang menanggung risikonya," ujarnya.
Hamidan menambahkan bahwa warga sebenarnya mampu melakukan tindakan darurat untuk mengusir harimau, namun terhalang oleh ketakutan akan jeratan hukum. "Kalau tidak melanggar hukum, mungkin kami sudah mengusirnya. Tapi nanti masyarakat yang ditangkap polisi. Sementara keselamatan warga tidak ada yang peduli," katanya.

Keuchik Hamidan mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, pemerintah daerah, dan aparat terkait untuk segera bertindak dan tidak lagi menunda.

"Ini bukan persoalan kecil. Nyawa manusia taruhannya. Negara harus hadir sekarang, bukan setelah tragedi," tutupnya dengan tegas.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Dusun Sejudo masih mencekam. Warga terus berjaga, sementara harimau tersebut diduga kuat berasal dari kawasan perbukitan yang habitatnya terus menyusut drastis, memaksa satwa liar mendekati ruang hidup manusia.

(Alex/ZAS)

banner 400x130
banner 728x90