Kapolda Jatim Pastikan Pergantian Tahun 2026 di Surabaya Kondusif, Libatkan 12 Ribu Personel Gabungan

oleh : -
Kapolda Jatim Pastikan Pergantian Tahun 2026 di Surabaya Kondusif, Libatkan 12 Ribu Personel Gabungan
Foto: Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto meninjau pos pengamanan malam Tahun Baru 2026 di Surabaya bersama Forkopimda

SURABAYA (Beritakeadilan.com, Jawa Timur) – Menjelang detik-detik pergantian Tahun Baru 2026, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Timur melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik pengamanan strategis di Kota Surabaya, Rabu malam (31/12/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dalam suasana perayaan akhir tahun.

Pemantauan difokuskan di Pos Pengamanan Bundaran Cito dan Pos Taman Bungkul yang selama ini menjadi titik konsentrasi aktivitas masyarakat. Kehadiran Kapolda Jatim bersama jajaran Forkopimda menjadi bentuk kesiapsiagaan aparat dalam menjamin rasa aman warga yang merayakan malam pergantian tahun.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan, peninjauan dilakukan tidak hanya di Surabaya, tetapi juga mencakup wilayah sekitar yang berpotensi mengalami kepadatan. Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, seluruh aktivitas masyarakat terpantau berjalan tertib dan lancar.

Foto: Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto meninjau pos pengamanan malam Tahun Baru 2026 di Surabaya bersama ForkopimdaFoto: Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto meninjau pos pengamanan malam Tahun Baru 2026 di Surabaya bersama Forkopimda

Pemantauan juga diperkuat dengan pengawasan melalui kamera CCTV yang terpasang di titik-titik rawan kepadatan. Hasilnya, situasi secara umum dinilai kondusif, termasuk pada jalur strategis seperti penyeberangan Ketapang dan akses jalan tol.

“Alhamdulillah, dua titik yang kami tinjau berjalan lancar. Begitu juga dari monitor CCTV, seluruh aktivitas terpantau lancar termasuk penyebrangan Ketapang dan jalur tol yang semuanya berjalan kondusif,” kata Irjen Pol Nanang.

Dalam rangka pengamanan malam pergantian tahun, Polda Jawa Timur mengerahkan kekuatan besar dengan melibatkan sekitar 12 ribu personel gabungan. Personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, serta berbagai stakeholder terkait yang telah diplotting di titik-titik pengamanan sesuai dengan potensi kerawanan masing-masing wilayah.

“Kami telah melakukan ploting pengamanan yang melibatkan kurang lebih 12 ribu personel sehingga seluruh rangkaian kegiatan bisa berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Irjen Pol Nanang.

Selain memastikan aspek pengamanan, Kapolda Jatim juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menyalakan petasan maupun menggelar pesta kembang api secara berlebihan. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk empati nasional, mengingat adanya tiga provinsi di Indonesia yang tengah dilanda suasana duka.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan. Keputusan untuk tidak mengadakan pesta kembang api ini diambil sebagai bentuk empati, karena ada tiga provinsi di negara kita yang sedang berduka. Tentunya tidak elok jika kita tidak ikut prihatin,” tuturnya.

Kapolda Jatim juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk mengisi pergantian tahun dengan kegiatan yang sederhana, khidmat, dan penuh makna. Menurutnya, momen akhir tahun seharusnya dijadikan sarana introspeksi diri agar mampu menyongsong tahun 2026 dengan semangat dan harapan yang lebih baik.

“Silakan melaksanakan kegiatan menjelang akhir tahun 2025 ini dengan sederhana dan khidmat. Maknanya adalah intropeksi, sehingga pada tahun 2026 kita bisa menyongsong hal-hal baru yang lebih baik dalam seluruh progres dan kegiatan ke depan,” pungkas Kapolda Jatim.(**)

banner 400x130
banner 728x90