Anev 2025 Polres Pelabuhan Tanjung Perak: Kejahatan Turun, Pengungkapan Naik Signifikan
SURABAYA (Beritakeadilan.com, Jawa Timur) – Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak merilis Analisis dan Evaluasi kriminalitas akhir tahun 2025. Hasil evaluasi menunjukkan capaian positif dengan tren penurunan angka kejahatan yang signifikan, sekaligus peningkatan kinerja pengungkapan perkara oleh Satreskrim dan seluruh jajaran.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H. menjelaskan berdasarkan data DORS Satreskrim, total kejahatan atau crime total sepanjang 2025 tercatat sebanyak 1.731 kasus. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.990 kasus atau turun 259 perkara setara 13 persen.
Di sisi lain, capaian crime clearance justru menunjukkan lonjakan signifikan. Selama 2025, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menyelesaikan 1.664 perkara, meningkat 147 kasus dibandingkan 2024 yang berada di angka 1.517 perkara. Persentase penyelesaian perkara naik sekitar 10 persen, sementara tunggakan perkara ditekan drastis dari 473 kasus pada 2024 menjadi hanya 67 kasus di tahun 2025 atau turun hingga 86 persen.
Foto: Rilis Anev kriminalitas akhir tahun 2025 Polres Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya oleh Kapolres AKBP Wahyu Hidayat.
Evaluasi kriminalitas menunjukkan sejumlah jenis kejahatan mengalami penurunan. Kasus pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, perjudian, hingga tindak pidana perlindungan anak secara umum berada dalam tren menurun.
Namun demikian, pencurian kendaraan bermotor masih menjadi perhatian meskipun jumlah kasusnya turun dari 123 perkara pada 2024 menjadi 107 perkara di tahun 2025, dengan tingkat pengungkapan yang meningkat signifikan.
Kasus penipuan tetap mendominasi jumlah laporan dengan 289 kasus sepanjang 2025 dan seluruhnya berhasil diselesaikan. Untuk kejahatan terhadap nyawa, tercatat tiga kasus pembunuhan pada 2025 dan seluruhnya berhasil diungkap ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H. juga menambahkan dalam rilis akhir tahun ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak memaparkan 22 kasus menonjol yang berhasil diungkap selama November dan Desember 2025 dengan total 28 tersangka. Kasus tersebut meliputi pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, pencurian biasa, hingga kasus pengeroyokan dan percobaan pencurian kendaraan bermotor.
Sepanjang 2025, jumlah tersangka yang diamankan mencapai 462 orang, terdiri dari 452 laki-laki, empat perempuan, serta enam anak yang berhadapan dengan hukum. Data ini mencerminkan intensitas penanganan perkara pidana yang dilakukan secara konsisten oleh jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Selain kejahatan konvensional, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga mencatat kinerja signifikan. Sepanjang 2025, jumlah laporan polisi kasus narkotika tercatat sebanyak 426 laporan dengan 356 tersangka. Barang bukti yang diamankan meliputi sabu seberat 1.589,06 gram, ganja 648,52 gram, ekstasi sebanyak 112.273 butir, tembakau sintetis 40 butir ditambah 1,03 gram serbuk, serta narkotika jenis lain seberat 3,25 gram jelas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H.
Ia juga menambahkan dalam penanganan perkara narkoba tahun 2025, kepolisian melakukan penyidikan terhadap 178 kasus dan menerapkan restorative justice pada 275 kasus, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Anev kriminalitas tahun 2025 ini menegaskan komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam menekan angka kejahatan sekaligus meningkatkan kualitas penegakan hukum. Penurunan crime total yang diikuti kenaikan crime clearance menjadi indikator efektivitas strategi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah hukum Pelabuhan Tanjung Perak pungkas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H.(**)